| Facebook | Fan Pages | Youtube | Twitter |

Panen Padi yang Kurang Maksimal akibat penyakit Potong Leher

Petani Desa Clebung (16/06/2014) sekarang sedang memanen hasil tanaman Padi yang  kini saatnya mereka memetik hasilnya

Kualitas tanaman padi yang mereka tanam tak sebanding dengan pupuk dan obat-obatan yang dibelinya, karena tanaman yang di tanam terkena penyakit potong leher dan kurangnya pasokan air di sawah. 

Hal ini  dikarenakan Kondisi Cuaca serta pengamatan terhadap penggembangan penyakit dan hama dan mahalnya akan pupuk dan Obat-obatan yang di jual di pasaran.

Untuk petani sendiri mengharapkan adanya Obat-obatan yang bisa mengantisipasi Penyakit Potong leher untuk hasil panenannya kedepannya nanti.

Diharap Dinas Pertanian Kab. Bojonegoro menyurpai keluhan petani dilapangan dan membagikan Pestisida dan obat-obatan yang bisa mengatasi penyakit tersebut tutur petani yang sedang memanen.(*/tnd)



Senin, Juni 16, 2014 | Posted in , , | Read More »

Raden Bagus Lancing Kusumo Penyebar Islam di Bubulan

Banyak yang belum tahu sejarah penyebaran Islam di wilayah Kecamatan Bubulan dan wilayah Bojonegoro bagian selatan. Dari cerita lisan, Raden Bagus Lancing Kusumo adalah salah satu penyebar Islam di Bubulan.

Ketika itu di Kabupaten Bojonegoro mayoritas masih beragama Hindu. "Dahulu Raden Bagus Lancing Kusumo berasal dari Pajang Jawa Tengah, dikejar-kejar Belanda kerena beragama Islam," kata Watimo, juru kunci makam di Kecamatan Bubulan.

Penanggung jawab makam sekitar 10 tahun ini, menggantikan leluhurnya terdahulu secara turun temurun itu juga mengaku kalau lupa ia juru kunci yang keberapa.

Setelah dikejar-kejar Belanda, Raden Bagus Lancing melarikan diri ke Desa Clebung Kecamatan Bubulan, tepatnya di Dukuh Nggeneng hingga ia meninggal dan dimakamkan. "Beliau pembawa ajaran Islam pertama di Clebung,"

Untuk mengenang jasa dan menjaga tradisi, setiap malam Jumat tidak hanya masyarakat sekitar, tetapi dari daerah lain ikut berdoa di makam. Namun jumlah peziarah semakin banyak pada Jumat Pahing dalam penanggalan Jawa.

"Banyak masyarakat berdatangan termasuk dari Surabaya, Tuban, Kalimantan dan Sumatera. Rehap bangunan makam juga mendapat bantuan dari pengunjung asal Kalimantan,"

Jumat, Mei 23, 2014 | Posted in , , | Read More »